Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy (541 H/ 1146 M – 629 H/ 1232 M) juga seorang mujahid yang terjun di medan jihad fisabilillah bersama pahlawan besar Shalahuddin al-Ayyubi yang berhasil menyatukan kekuatan militer umat Islam pada tahun 583 H / 1187 M untuk menumpas tentara salib dan membersihkan tanah suci Quds dari najis mereka. Para penulis biografi Imam Ibnu Qudamah Al Hambali menyebutkan bahwa belia dan saudara kandungnya, Abu Umar, beserta murid-murid beliau dan beberapa orang keluarganya turut berjihad di bawah panji-panij para mujahidin yang dimenangkan oleh Allah ini. Beliau berdua dan murid-muridnya mempunyai satu kemah yang senantiasa berpindah-pindah kemanapun para mujahidin berpindah dan mengambil posisi. Beliau adalah salah satu ulama penasihat Sultan Shalahuddin Al Ayyubi disamping Ibnu Az-Zaki Asy-Syafi’i dan Ibnu Naja’ al-Qadiri al Hambali
Setelah pertempuran yang sangat menentukan ini wilayah Kesultanan Shalahuddin Al Ayyubi meliputi Mesir, Syam/Syiria, Hijaz, hingga sebagian Iraq Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin Al Ayyubi
Saking terkenalnya Sultan Shalahuddin al Ayyubi ini di dunia barat, sampai2 bila para lelaki salib berangkat perang dan berjanji pada tunangannya untuk pulang dengan selamat, maka tunangannya akan berkata “WE THRUST SALADIN BECAUSE HE NEVER LIES”.Dengan kata lain kami tak percaya kamu dengan membandingkannya dengan Saladin